LAPORAN PRAKTIKUM
FARMASETIKA DASAR
FARMASETIKA DASAR
OLEH :
Nama : Mahardhika Adhi Candra Dewi
NIM : M3514032
D3 Farmasi 2014
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sebelas Maret Surakarta
PERCOBAAN 1
TUJUAN PERCOBAAN
- Mahasiswa dapat mengetahui dan dapat membuat kapsul
- Mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan dan mengerjakan resep
RESEP
R/ Aminophilin 100mg
Luminal 100mg
Vit B Komplek 1/3 tab
Prednison 0,5 mg
m.f caps dtd No XV
s.t.dd.caps. pc
Pro : Sdr Fauzy
Umur : 18th
Alamat : Nusukan, RT 1 RW 2
BAHASA LATIN (Praescriptio dan signatura)
- m.f.caps = misce fac capsulae = campur dan buatlah kapsul
- dtd No XV = da tales doses nomero 15 = berikan sebanyak 15 takaran
- s.tdd caps = signa ter de die capsulae = tandai 3x sehari 1 kapsul
- pc = post coenam = sesudah makan
PERHITUNGAN DOSIS
- DM Aminophilin = 500mg/1500mg
- DM Luminal = 300mg/600mg
#DM untuk anak umur 18th
- 1x pakai Aminophilin = 18/20 x 500 mg = 450 mg
- sehari Aminophilin = 18/20 x 1500 mg = 1350 mg
- 1x pakai Luminal = 18/20 x 300 mg = 270 mg
- sehari Luminal 18/20 x 600 mg = 540 mg
#Dalam satu bungkus dalam resep mengandung :
- Aminophilin sebanyak 100 mg
- Luminal 100 mg
#PMR
- 1x pakai Aminophilim = 100 mg < 450 mg (Tidak Over Dosis)
- sehari pakai Aminophilin = 100 mg x 3 < 1350 mg (Tidak Over Dosis)
- 1x p Luminal = 100 mg < 270 mg (Tidak Over Dosis)
- sehari pakai Luminal = 100 mg x 3 < 540 mg (Tidak Over Dosis)
Resep dapat dikerjakan
PERHITUNGAN PENIMBANGAN BAHAN
- Aminophilin = 100 mg x 15 = 1500 mg
- Luminal = 100 mg x 15 = 1500 mg
- Vit B Kompleks = 1/3 tab x 15 = 5 tab
- Prednison = 0,5 mg x 15 = 7,5 mg / 1,5 tab
Adapun pengenceran untuk prednison :
- Prednison 1 tab = @5mg
Prednison = 50 mg
SL ad = 500 mg
# yang di ambil = 0,5/1 tab x 500 mg = 250 mg
CARA KERJA
- Menimbang semua bahan dan menyiapkan alat
- Memasukkan prednison tablet kedalam mortir dibuat pengenceran
- Memasukkan vit B kompleks ke dalam mortir lalu digerus hingga halus
- Menambahkan hasil pengenceran prednison ke dalam mortir yang sudah berisi vit B Kompleks yang sudah halus lalu ditambahkan luminal dan aminophilin lalu diaduk hingga homogen
- Membagi menjadi 15 takaran dan dimasukkan kedalam cangkang kapsul lalu diberi etiket warna putih
PEMBAHASAN
-> PEMERIAAN
- Aminophilin (Aminophyllinum/Theophylin Etilendiamin)
Pemeriaan : Butir atau serbuk, putih agak kekuningan, bau lemah mirip amoniak, rasa pahit
Kelarutan : Larut dalam kurang lebih 5 bagian air, jika dibiarkan mungkin menjadi keruh, praktis tidak larut dalam etanol (95%) P dan dalam eter
Khasiat : Bronkodilator, antispasmodikum, diuretikum (Depkes, 1979).
- Luminal (Phenobarbitalium)
Pemeriaan : Hablur atau serbuk hablur, putih tidak berbau, rasa agak pahit
Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) P, dalam eter, dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat
Khasiat : Hipnotikum, sedativum (Depkes, 1979).
- Prednison (Prednisonum)
Pemeriaan : Serbuk hablur, putih atau hampir putih, tidak berbau, mula mula tidak berasa kemudian pahit
Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%) P dalam kloroform dan dalam dioksan dan dalam metanol
Khasiat : Adrenoglukokortikoidum (Depkes,1979).
- Vit B Kompleks
terdiri dari :
- Vit B 1 (Thiamin HCl/Neurin HCl)
Pemeriaan : Hablur kecil atau serbuk hablur, putih, bau khas lemah mirip ragi, rasa pahit
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%) P, praktis tidak larut dalam eter dan dalam benzen, larut dalam gliserol
Khasiat : Antineuritikum, Komp Vit B Kompleks (Depkes, 1979).
- Vit B6 (Piridoksin HCl)
Pemeriaan : Hablur putih atau tidak berwarna, atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa asin
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%) P, praktis tidak larut dalam pelarut eter
Khasiat : Komp Vit B Kompleks (Depkes, 1979).
- Vit B12 (Cyanokobalamin)
Pemeriaan : Hablur atau serbuk hablur, merah tua, tidak berbau, bentuk anhidrat sangat higroskopik
Kelarutan : Agak sukar larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, praktis tidak larut dalam kloroform, dalam eter dan dalam aseton
Khasiat : Vitamin (Depkes, 1979).
-> SCREENING RESEP
Didalam resep ini terdapat nama, nomor SIP dan alamat dokter yang jelas. Tidak tertera tanggal penulisan resep dan paraf dokter, namun sudah dimintakan sebagai syarat kelengkapan resep. Untuk biodata pasien terdapat nama pasien, usia pasien dan alamat pasien.Namun tidak tertera jenis kelamin dan berat badan pasien. Untuk jumlah obat yang diminta dan nama obat sudah ada, namun potensi dan dosis obat tidak ada. Terdapat pula cara pemakaian yang jelas dan terdapat informasi lainnya yaitu berupa alamat pasien. Untuk informasi yang kurang lengkap/tidak ada, seperti berat badan dan jenis kelamin pasien dapat ditanyakan kepada dokter penulis atau pasien. Untuk potensi obat dan dosis obat dapat ditanyakan kepada dokter penulis atau dapat dilihat pada Farmakope Indonesia atau sumber lainnya. Hal ini sangat diperlukan karena dalam perhitungan dosis diperlukan data berupa umur pasien, potensi dan dosis obat.
-> DASAR TEORI
Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terbungkus dalam suatu cangkang keras atau pun lunak yang dapat larut (Syamsuni, 2012).
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lainnya.Cangkang juga dapat dibuat dari Metilselulosa atau bahan lainnya yang cocok (Anief, 2012).
Gelatin bersifat stabil diudara bila dalam keadaan kering, akan tetapi mudah mengalami peruraian oleh mikroba bila menjadi lembab dan bila disimpan dalam larutan berair. Oleh karena itu, kapsul gelatin yang lunak mengandung lebih banyak uap air daripada kapsul keras, pada pembuatannya ditambahkan bahan pengawet untuk mencegah timbulnya jamur dalam cangkang kapsul. Biasanya kapsul keras gelatin mengandung air antara 9-12 %. Bilamana disimpan dalam lingkungan dengan kelembapan yang tinggi, penambahan uap air akan diabsorbsi oleh kapsul dan kapsul keras akan rusak dari bentuk kekerasannya. Sebaliknya dalam lingkungan udara yang sangat kering, sebagian uap air yang ada didalam kapsul gelatin mungkin akan hilang, dan kapsul menjadi rapuh bahkan akan remuk bila dipegang (Ansel, 1985).
Bentuk kapsul bermacam-macam misalnya bulat, oval, panjang dan silinder. Biasanya kapsul dibuat dari gelatin USP yang dikeruhkan dengan TiO2 (putih) dan diberi warna bervariasi sesuai yang diinginkan untuk membedakan isinya. Biasanya tutup wadahnya diberi warna yang berbeda. Ukuran kapsul juga dibedakan oleh panjang dan diameter dari kapsul yang dinyatakan dalam angka-angka. Kapasitasnya tergantung dari jenis zat yang dimasukkan. Biasanya bisa voluminiud, kapasitasnya lebih kecil (Chaerunnisa, 2009).
Ukuran kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal ada 8 macam ukuran, yaitu 000, 00, 0, 1, 2,3,4 dan 5. Ukuran 000 adalah ukuran kapsul untuk hewan, sedangkan untuk pasien, ukuran terbesar adalah 00 (Anonim, 2007).
Adapun syarat-syarat kapsul adalah :
-> PERMASALAHAN DALAM RESEP
-> DASAR TEORI
Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terbungkus dalam suatu cangkang keras atau pun lunak yang dapat larut (Syamsuni, 2012).
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lainnya.Cangkang juga dapat dibuat dari Metilselulosa atau bahan lainnya yang cocok (Anief, 2012).
Gelatin bersifat stabil diudara bila dalam keadaan kering, akan tetapi mudah mengalami peruraian oleh mikroba bila menjadi lembab dan bila disimpan dalam larutan berair. Oleh karena itu, kapsul gelatin yang lunak mengandung lebih banyak uap air daripada kapsul keras, pada pembuatannya ditambahkan bahan pengawet untuk mencegah timbulnya jamur dalam cangkang kapsul. Biasanya kapsul keras gelatin mengandung air antara 9-12 %. Bilamana disimpan dalam lingkungan dengan kelembapan yang tinggi, penambahan uap air akan diabsorbsi oleh kapsul dan kapsul keras akan rusak dari bentuk kekerasannya. Sebaliknya dalam lingkungan udara yang sangat kering, sebagian uap air yang ada didalam kapsul gelatin mungkin akan hilang, dan kapsul menjadi rapuh bahkan akan remuk bila dipegang (Ansel, 1985).
Bentuk kapsul bermacam-macam misalnya bulat, oval, panjang dan silinder. Biasanya kapsul dibuat dari gelatin USP yang dikeruhkan dengan TiO2 (putih) dan diberi warna bervariasi sesuai yang diinginkan untuk membedakan isinya. Biasanya tutup wadahnya diberi warna yang berbeda. Ukuran kapsul juga dibedakan oleh panjang dan diameter dari kapsul yang dinyatakan dalam angka-angka. Kapasitasnya tergantung dari jenis zat yang dimasukkan. Biasanya bisa voluminiud, kapasitasnya lebih kecil (Chaerunnisa, 2009).
Ukuran kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal ada 8 macam ukuran, yaitu 000, 00, 0, 1, 2,3,4 dan 5. Ukuran 000 adalah ukuran kapsul untuk hewan, sedangkan untuk pasien, ukuran terbesar adalah 00 (Anonim, 2007).
Adapun syarat-syarat kapsul adalah :
- Keseragaman bobot (bervariasi antara 7,5% - 20%)
- Keseragaman isi zat yang bekhasiat
- Waktu hancur, yaitu tidak boleh lebih dari 15 menit
- Disimpan dalam wadah tertutup rapat (Anief, 1997).
Adapun macam-macam kapsul
- Kapsul cangkang keras = terdiri atas bagian wadah dan tutup yang terbuat dari Metilselulosa, Gelatin, Pati atau bahan lain yang sesuai.
- Kapsul cangkang lunak = merupakan suatu satu kesatuan berbentuk bulat/silindris/bulat telur yang dibuat dari gelatin atau bahan lain yang sesuai (Syamsuni, 2012).
Keuntungan dari pemakaian bentuk sediaan kapsul adalah :
- Bentuknya menarik dan praktis
- Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat yang memiliki rasa dan bau tidak enak
- Mudah ditelan dan cepat hancur/larut dalam perut sehingga obat cepat diarbsorpsi
- Dapat dikombinasikan dengan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien
- Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan/zat tambahan seperti pada pil dan tablet (Syamsuni, 2006).
Kerugian dari pemakaian bentuk sediaan kapsul adalah :
- Tidak untuk balita
- Tidak bisa dibagi
- Tidak untuk bahan-bahan yang bereaksi dengan cangkang kapsul
- Tidak untuk bahan-bahan yang terhigroskopis
- Tidak bisa untuk bahan-bahan yang mudah menguap sebab pori-pori cangkan kapsul tidak tahan akan penguapan (Anonim, 2007).
Kebanyakan kapsul-kapsul yang beredar dipasaran adalah kapsul yang semuanya dapat ditelan oleh pasien untuk keuntungan dalam pengobatan. Kapsul gelatin keras merupakan jenis yang digunakan oleh ahli farmasi dalam menggabungkan obat-obat, kapsul gelatin lunak mengandung banyak uap air daripada kapsul keras, sehingga pembuatannya ditambahkan bahan pengawet. Persiapan pengisian kapsul dapat dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah persiapan dan pengembangan formulasi serta pemilihan ukuran kapsul. Kedua adalah pengisian cangkang kapsul. Ketiga, pembersihan dan pemolesan kapsul (Ansel, 1989).
-> PERMASALAHAN DALAM RESEP
- Didalam resep terdapat Prednison sejumlah 1,5 tablet, maka harus dilakukan pengenceran tablet dengan perbandingan 1 : 10 dengan penambahan SL. Dari hasil pengenceran Prednison diambil sebanyak setengahnya atau sejumlah 250 mg.
- Didalam resep terdapat bahan obat yang memiliki DM, maka sebelum meracik harus dilakukan perhitungan dosis. Bahan obat yang mempunyai DM adalah Aminophilin dan Luminal. Setelah dilakukan perhitungan ternyata tidak ada yang overdosis. Sehingga resep bisa dikerjakan.
- Didalam resep terdapat obat yang bekhasiat keras yaitu Aminophilin dan Prednison, makan harus digerus diantara SL/bisa dengan digerus pada pengenceran Prednison atau pada Vit B Kompleks
- Rumus DM untuk umur 18 tahun menggunakan rumus Dilling :
Rumus Dilling = n/20 x DM Dewasa
- Didalam resep terdapat bahan obat dalam bentuk tablet yaitu vit B Kompleks dan Prednison, maka masing masing dilakukan penggerusan terlebih dahulu.
-> KIE
- Aturan pakai : 3x sehari 1 kapsul setelah makan
- Saran untuk pasien : istirahat yang cukup, dan makan makanan yang bergizi
- Khasiat untuk sesak nafas
HASIL
Didalam peracikan obat kali ini dihasilkan obat dalam bentuk sediaan kapsul, yang berisi serbuk berwarna putih kecoklatan. Serbuk dimasukkan kedalam cangkng keras nomor 00 sebanyak 15 kapsul. Bau serbuknya khas. Kemudian 15 kapsul dimasukkan kedalam plastik klip dan diberi etiket warna putih.
KESIMPULAN
- Jumlah obat yang kurang dari 50 mg harus dilakukan pengenceran terlebih dahulu.
- Bahan obat yang diketahui DM nya perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu, bila bahan didalam resep jumlahnya Tidak Over Dosis maka resep dapat dikerjakan langsung, namun apabila terjadi Overdosis maka harus dilakukan penurunan dosis obat/jumlah obat.
- Diperoleh hasil berupa serbuk berwarna putih kecoklatan, yang berbau khas dan rasa pahit didalam kapsul , serta diberi etiket warna putih karena untuk pemakaian dalam.
DAFTAR PUSTAKA
- Anief, Moh. 1997. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
- Anief, Moh. 2012. Farmasetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
- Anonim. 2007. Ilmu Resep Jilid I. Jakarta : Depkes
- Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta : Universitas Indonesia Press
- Chaerunnisa, A.Y. 2009. Farmasetika Dasar. Bandung : Widya Padjajaran
- Depkes. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Depkes RI
- Syamsuni. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
------TERIMAKASIH------
0 komentar:
Posting Komentar