LAPORAN PRAKTIKUM
FARMASETIKA DASAR
FARMASETIKA DASAR
OLEH :
Nama : Mahardhika Adhi Candra Dewi
NIM : M3514032
D3 Farmasi 2014
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sebelas Maret Surakarta
PERCOBAAN 1
TUJUAN PERCOBAAN
- Mahasiswa dapat mengetahui dan dapat membuat pasta
- Mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan dan mengerjakan resep
RESEP
R/ Calcium carbonat 50
Glycerin 20
Gom Tragacant 1,2
Na. Siklamat 0,1
Na Lauryl Sulfat 10
Acidum Benzoicum 0,1
Aqua 18,6
Glycerin 20
Gom Tragacant 1,2
Na. Siklamat 0,1
Na Lauryl Sulfat 10
Acidum Benzoicum 0,1
Aqua 18,6
m.f. l.a.
s.n.s
Pro : Sdri. Diana
Umur : 15th
Alamat : Nusukan, RT 5 No. 11
BAHASA LATIN (Praescriptio dan signatura)
- m.f l.a= misce fac legae artis = campur dan buatlah dengan seni
- s.n.s = si necesse sit = bila diperlukan
PERHITUNGAN PENIMBANGAN BAHAN
- Calcium Carbonat = 20/100 x 50 gram = 10 g
- Glycerin = 20/100 x 20 gram = 4 g
- Gom Tragacant = 20/100 x 1,2 gram = 240 mg
- Na Siklamat = 20/100 x 0,1 gram = 20 mg
- Na Lauryl Sulfat = 20/100 x 10 gram = 2 gram
- Acidum Benzoicum= 20/100 x 0,1 gram = 20 mg
- Aquadest = 20/100 x 18,6 gram = 3,72 ml
CARA KERJA
- Menimbang semua bahan dengan seksama
- Membuat mucilago di cawan (gom tragakan + aqua)
- Melarutkan Na siklamat, Na Lauryl Sulfat dan Glycerin didalam mortir lalu dikeluarkan
- Memasukkan Acidum benzoicum didalam mortir lalu ditetesi sp fortior 3-5 tetes lalu ditambahkan campuran no 2 sedikit demi sedikit, lalu ditambahkan campuran no 3 dan diaduk hingga homogen.
- Dimasukkan kedalam pot salep dan diberi etiket warna biru
PEMBAHASAN
-> PEMERIAAN
- Calcium Carbonat (Calcii Carbonas)
Pemeriaan : Serbuk hablur; putih; tidak berbau; tidak berasa
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air; sangat sukar larut dalam air yang mengandung karbondioksida.
Khasiat : Antasidium (Depkes, 1979).
- Acidum Benzoicum (Asam Benzoat)
Pemeriaan : Hablur halus dan ringan; tidak berwarna; tidak berbau
Kelarutan : Larut dalam kurang lebih 350 bagian air, dalam kurang lebih 3 bagian etanol (95%) P; dalam 8 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P
Khasiat : Antiseptikum extern dan antijamur (Depkes, 1979).
- Glycerin (Gliserol)
Pemeriaan : Cairan seperti sirup; jernih; tidak berwarna; tidak berbau; manis diikuti rasa hangat; higroskopik; jika disimpan beberapa lama pada suhu rendah dapat memadat dan membentuk massa yang hablur tidak berwarna yang tidak melebur pada suhu mencapai 20' C
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol (95%) P; praktis tidak larut dalam kloroform P; dalam eter P dan dalam minyak lemak.
Khasiat : Zat Tambahan (Depkes, 1979).
Khasiat : Zat Tambahan (Depkes, 1979).
- Tragakan (Tragacantha)
Pemeriaan : Tidak berbau; hampir tidak berasa
Kelarutan : Agak sukar larut dalam air, tetapi mengembang menjadi massa homogen, lengket dan seperti gelatin
Khasiat : Zat Tambahan (Depkes, 1979).
- Na Siklamat (Natrium Siklamat)
Pemeriaan : Hablur atau serbuk hablur; putih; tidak berbau atau hampir tidak berbau; rasa agak manis walaupun dalam larutan encer.
Kelarutan : Larut dalam 5 bagian air; dalam 250 bagian etanol (95%) P; dan dalam 25 bagian propilenglikol; praktis tidak larut dalam kloroform P dan eter P
Khasiat : Zat Tambahan (Depkes, 1979).
- Na Lauryl Sulfat (Natrium Lauryl Sulfat)
Pemeriaan : Putih/krem sampai kuning pucat; kristal berwarna atau serbuk
Kelarutan : Larut dengan mudah dalam air; praktis tidak larut dalam kloroform dan eter
Khasiat : Zat Tambahan; Emulsifying agent (HOPE, 1994).
- Aquadest (Air Suling/ Aqua Destilata)
Pemeriaan : Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berasa; dan tidak berbau
Kelarutan : -
Khasiat : Zat Tambahan dan Pelarut (Depkes, 1979).
-> SCREENING RESEP
Didalam resep ini terdapat nama, nomor SIP dan alamat dokter yang jelas. Tidak tertera tanggal penulisan resep dan paraf dokter, namun sudah dimintakan sebagai syarat kelengkapan resep. Untuk biodata pasien terdapat nama pasien, usia pasien dan alamat pasien.Namun tidak tertera jenis kelamin dan berat badan pasien. Untuk jumlah obat yang diminta dan nama obat sudah ada, namun potensi dan dosis obat tidak ada. Terdapat pula cara pemakaian yang jelas dan terdapat informasi lainnya yaitu berupa alamat pasien. Untuk informasi yang kurang lengkap/tidak ada, seperti berat badan dan jenis kelamin pasien dapat ditanyakan kepada dokter penulis atau pasien. Untuk potensi obat dan dosis obat dapat ditanyakan kepada dokter penulis atau dapat dilihat pada Farmakope Indonesia atau sumber lainnya. Hal ini sangat diperlukan karena dalam perhitungan dosis diperlukan data berupa umur pasien, potensi dan dosis obat.
-> DASAR TEORI
Pasta adalah sediaan semipadat (massa lembek) yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal (Syamsuni, 2006).
Pasta terdiri dari 3 macam/jenis yaitu :
Pasta terdiri dari 3 macam/jenis yaitu :
- Pasta Berlemak (Pasta yang merupakan suatu salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk). Sebagai bahan dasar digunakan vaselin, paraffin cair. Bahan tidak berlemak seperti Gliserin, Mucilago dan sabun yang digunakan sebagai antiseptik dan pelindung kulit).
- Pasta Kering (Suatu pasta bebas lemak yang mengandung kurang lebih 60% zat padat (Serbuk). Dalam pembuatan akan terjadi kesukaran bila dalam resep tertlis bahan Ichtamolum atau Tumenol Ammonium. Adanya zat tersebut akan menjadikan pasta menjadi encer).
- Pasta Pendingin (Cairan serbuk minyak lemak dan cairan berair, dikenal dengan salep tiga dara). (Anief, 2006).
Adapun sediaan dibuat dalam bentuk pasta karena kerjanya yang melindungi kulit dan kemampuannya menyerap kotoran serum dari luka-luka pada kulit. Hal tersebut dapat terjadi karena pasta mengandung lebih banyak bahan padat daripada salep dan oleh karena itu lebih kental dan kurang meresap. Jadi bila kerja melindungi lebih dibutuhkan dari terapeutiknya maka dokter penulis resep menuliskan formula suatu pasta, tetapi apabila yang dibutuhkan kerja terapeutiknya, dokter akan menuliskan resep salep dan krim (Ansel, 1989).
Pembuatan pasta pada umumnya bahan dasar yang berbentuk setengah padat sebaiknya dicairkan terlebih dahulu baru dicampur dengan bahan padat dalam keadaan panas agar lebih mudah bercampur dan homogen (Soetopo, 2002).
Pembuatan pasta pada umumnya bahan dasar yang berbentuk setengah padat sebaiknya dicairkan terlebih dahulu baru dicampur dengan bahan padat dalam keadaan panas agar lebih mudah bercampur dan homogen (Soetopo, 2002).
-> KIE
- Obat ini berkhasiat untuk obat anti jamur, misalnya untuk obat panu, kutu air, kadas, dan kurap
- Saran untuk pasien : menjaga kebersihan badan, tidak membiasakan tubuh dalam keadaan lembab dan mandi secara teratur
- Obat dioleskan pada lokasi yang sakit
- Obat disimpan pada tempat yang sejuk, kering dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.
HASIL
Didalam peracikan obat kali ini dihasilkan obat dalam bentuk sediaan pasta. Pasta yang dihasilkan berbentuk setengah padat (semisolid), berwarna putih susu dan tidak berbau. Pasta yang dihasilkan dimasukkan kedalam wadah pot salep dan diberi etiket warna biru.
KESIMPULAN
KESIMPULAN
- Resep yang dibuat dihasilkan bentuk sediaan setengah padat berupa pasta yang berwarna putih dan tidak berbau. Pasta dimasukkan kedalam pot dan diberi etiket biru.
- Dalam pencampuran dan peracikan antara Acidum Benzoicum perlu ditetesi sp fortior terlebih dahulu agar mudah larut dan mudah homogen.
DAFTAR PUSTAKA
- Anief. 2006. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
- Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta : Universitas Indonesia Press
- Depkes. 1979. Farmakope Indonesia Ed III. Jakarta : Depkes RI
- Soetopo. 2002. Ilmu Resep. Jakarta : Depkes RI
- Syamsuni. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
------TERIMAKASIH------
1 komentar:
mb lha itu calcium karbonatnya dimasukkan kapan?
Posting Komentar